CPNS 2019ku: Habis Gelap Terbitlah Terang

0

Sy Zaenal Muttaqin, asal Kab Mojokerto. izinkan berbagi kisah di CPNS 2019 yg akan sy ceritakan panjang dan lebar. Siapa tau bisa menjadi inspirasi lainnya.


Tahun 2000-2003 

adalah masaku sekolah SMA d SMAN 1 BANGSAL. aku adalah siswa yang terkenal negativ dimata para guru saat itu. Bahkan ada guru yang menyematkan predikat kurang enak didengar, sebagai KORAK E KORAK (nakal nya anak nakal). Bahkan menurut kisah mendengar namaku saja guru sudah mengelus dada dan acap kali menggeleng kepala.

Keberadaanku di SMA acap kali menorehkan hal yg fantastis. Tidak sekali dua kali saya mendapat rank raport 1-3 besar dari bawah. 

Kegiatan bikin gaduh, bikin huru hara, serta bikin keramaian di sela sela perlunya ketenangan kenyamanan belajar selalu kami hasilkan tiap hari. Bayangin semua kekacauan itu bermula dari ide pikir ku yang kami lakukan bersama.

Mulai dari bolos sekolah satu kelas, keluar kelas saat pelajaran dg guru yg tdk enak, upacara selalu sembunyi dan keluar halaman sekolah serta balik kalo selesai. 

Ingatan ku, saat semua teman tertangkap dibawa ke ruangan BK semua teman dipukuli (waktu itu loss tdk ada HAM perti sekarang). Giliran sy malah ditanyai ttg sepakbola dan lain2 dg tempo merendah dan begitu ramah yg membuat teman lain terbengong sambil sesekali mengelus bagian wajah mereka. Sy sih sederhana saja cukup diam dan sekali bicara pada beberapa guru di depan sy "pak, jikalau bapak perlakukan sy seperti mereka maka jangan harap bapak bs sampai rumah dgn selamat, perlakuan seperti itu bukan penyadaran tapi emosi bapak yg tdk ada manfaat". Dan sy pun aman tnpa bonyok atau luka hehehehe

Lanjut yang sy ingat ya,  Absen dg tanda "A" menghiasi rapot kami di bidang absensi bahkan ada tulisan A = 26, S = 11 dan I = 5. Untung sja keberuntungan saya selalu naik kelas dgn predikat belas kasihan atau lebih tepatnya jika tdk dinaikkan pengaruh ke anak bawahnya. Jadi mau gamau dinaikkan. Oh ya, wacana pengeluaran sy dr SMA sering muncul tpi allah masih menyelamatkan aku hingga aku lulus dan tdk pernah sekalipun tidak naik kelas.


Di SMA awal taubat terjadi di kelas 3 SMA dsitulah tahun kami menjadi kelinci percobaan ada sistem lulus dan tdk lulus, suatu hal mengerikan bukan? Meski aku terkenal dg record yg acak acakan tdk baik tak menghalangi hidayah allah swt untukku. Hari itu sy lupa tanggalnya kami mengikrarkan bersama untuk jadi anak baik dan melepas kenakalan selama ini, yg jelas perubahan sy pribadi sangat signifikan.

Tdak ada kegaduhan lagi yg kami buat, semua berjalan kembali normal. Seolah sekolah dpt menghirup udara tnp masalah. Bahkan guru2 sempat rindu dg ulah kami. Kok jd ada yg kurang ya di sekolah ini? Ucap beberapa guru saat itu.

Lulus Tahun 2004 awal sy mengabdi di lingkungan KEMENAG sebagai seorang Satpam dengan honor 25rb tiap bulan. Kala itu tepat baru setelah lulusan SMA. 

Tidak bisa melanjutkan kuliah, karena saya anak pertama dg 5 saudara yang tentu dikit banyak menjadi tumpuan setelah ayah yang pekerjaannya serabutan. 

Kondisi demikian membuat saya semakin optimis kedepan dan yakin siapa berjuang dijalan allah pasti mendapat kebahagiaaan. Masalah cepat tidaknya atau bentuknya gimana saya tidak lah tahu. Anehnya, saya begitu yakin pasti memanen hasilnya.

2-3 tahun selanjutnya saya baru bisa masuk kuliah D-2 PGSD. Tentu ada pengecualiaan untuk sy dlm pembayaran. Sy bs membayar hanya dri tunjangan fungsional ketika keluar. Sy pun resmi lulus tahun 2007 saat itu dg predikat sederhana dan dihiasi ijazah dan lain lain masih ditahan, ya tdk usah ditanya kenapa? Karena ada pembayaran yg belum lunas.


Tahun 2010

sy bs kuliah lagi dg beasiswa. Mengambil ijazah D-2 lunas setelah mengangsur 2-3 tahun dr kelulusan.

Ijazah D-2 PGSD sy transfer ke S-1 PAI di tahun 2010 dan lulus tahun 2012 di STAIDA MANYAR GRESIK. 

Transfer S-1 ini tdk begitu terkendala biaya, karena sy dibiayai seorang KASI PENDMA di lingkup kemenag kab mojokerto. Tapi di penghujung beliau pindah tgs berakhir pula beasiswa pribadi itu. Dan beruntung hanya akhir saja sehingga tdk bgitu banyak beban biaya yg ada. Itupun, krn honorer tdk bgitu bnyk menolong untuk melunasi. Mengandalkan 3x tunjangan fungsional untuk melunasi dn membawa ijazah S-1 kedalam pelukan untuk dibawa pulang.

2012 

lulus S-1 menunggu dn berharap ada rejeki untuk sertifikasi dan alhamdulillah terjawab tahun 2014 masuk long list dan 2015 baru lulus sertifikasi guru kelas MI.

2015 tunjangan profseional sedikit menolong, krn tahun 2011 sy sudah menikah dg perempuan janda anak satu yg sdh kelas 6  maka tahun 2015 sy sdh menjadi ayah dri anak kelas 1 SMA. Sebuah pilihan unik tapi sy sebagai lelaki menikahi janda dg satu anak selisih 7 tahun diatas sy merupakan pilihan yg sudah sy istikhoroh sebelumnya.


Dengan beaya yg luar biasa besar tahun 2019 dan pemasukan guru honorer saja membuat perekonomian tdk kunjung baik. Mencoba peruntungan dagang pun bernasib sama. Sedangkan menciba profesi lain sy merasa tdk bs dan tdk mampu, mka tdk ada jalan kecuali bertahan di pengabdian guru honorer yg tiap bulan selalu lebih bsr psak drpd tiang. Yah, bebanku selain istri dg 3 orang anak (1 anak kuliah tahun 2018), juga menjadi tumpuan anak pertama dri 5 adik membuat kacau tercekik sana sini kekurangan dlm hal perekonomian. Beruntung banyak yg menolong kehidupan kami, ya gimana lagi mereka punya nurani yg baik.


Tahun 2018, sy tdk mengikuti test cpns krn sy msih beranggapan sangtlah sulit tanpa uang dn kenalan orang dalam yg kuat. 

Tibanya pada sebuah kesempatan, dlm masa 16 tahun pengabdian sy bertemu murid sy sendiri lulus CPNS 2018 dan bercerita banyak menguatkan sy untuk ikut didalamnya. Ditambh lagi teman sy sendiri satu lembaga ada yg berhasil lolos nol rupiah, maka bertambah semangat kami dan bertekad lebih pula untuk ikut tahun 2019.

Tahun 2019, tahun yg indah. Sy menekadkan bulat untuk ikut, disisi lain dilema meninggalkan Madrasah yg begitu sy cintai.

Tapi keputusan sy tepat, diujung kesempatan terakhir 35 tahun maka inilah jalan satu satunya memperbaiki nasib. Sy sudah bulat melangkah cpns 19 dg segala yg ada. 

Masuk pendaftran, sy memiliki kelemahan di TIU sdg TWK dn TKP insyaa allah mencukupi. Dari bercermin dan meraba diri itu, maka kelemahan itu hrus aku taklukan hingga faham betul. Sy masih ingat belajar TIU selama 3 bulan dan rutin tiap hari belajar pda murid yg kebetulan mahasiswa matematika di perguruan tinggi terkemuka, sy tdk malu belajar dg murid sendiri, juga kwn sendri dan siapapun yg mmpu sy mintai pertolongan untuk mengajari.


Ada di sebuah kesempatan jalan2 disebuah tempat ada plakat menerima BIMBINGAN CPNS. sy mencatat no nya, kemudian menelepon lewat watshapp dan berkonsultasi ditempat itu. 

Sy dan istri yg sellu menemani mendatangi tmpt tsb dan ada beberpa paket bimbingan sdg waktu skd kurang 3 bulan. Dan bimbingan itu sdh berjalan 9 bulan. Dengan uang kosong sy memberanikan bertanya berapa beaya yg umum dijawab nya 3jt. Ini sangt besar bgi sy, sdg kebutuhan hidup sangat tdk jelas saat itu bahkan sering berpuasa drpd tdk.

Sy mncoba merayu memohon dibyar ketika lulus atau ketika sy dpt tunjangan sertifikasi mereka tdk ada kata kompromi. Ya, kami faham beginilah bimbel sistemnya dan tdk ada toleransi krn ini bisnis. Kami pun memaklumi.

Oh ya, disela diskusi itu sempat ditawarin paket eklusif bimbingan intens boleh dtg tiap hari tapi bayarnya 60juta. Jika tdk lulus yg 60jt itu akan dipotong cuma 3jt saja. Sisanya kembali, dan semua bermaterai.

Opsi kedua juga ada bayar 3jt aja, tapi dg layanan sama diatas boleh dtg ke tempat 24jam jika lulus maka membyar 75jt di bimbel itu, sedant jk gagal cukup 3jt itu yg hilang.

Saya dn istriku diam saja, sepertinya bgi orang mmpu enak saja bs milih paket apapun. Tapi bagi kami, paket umum saja tdk mampu apalagi paket khusus. Tapi, secra cepat kami kembalikan masih banyak jalan menuju keberhasilan tdk harus lewat bimbel itu.

Karena kemauan keras, tekad yg kuat dan usia yg sdh pas 35 thun. Maka, wajib hukumnya pantang untuk mundur.

Sy susun berbagai strategi belajar, strategi bagi waktu dll untuk pertempuran SKD yg makin dekat. Alhamdulillah lulus SKD dg peringkat 1..


Bertahap, menuju skb tertunda krn covid 19. 

Mindset sy rubah. Sy tdk beranggapan sy no 1 di SKD, tapi sy rubah sy no 3 artinya sy harus lbh dan lebih keras untuk mengejar ketertinggalan. Jika tdk, dan merasa no 1 di SKD  maka bs membuat saya berleha leha nyantai.

Lama kami berjalan dan melihat telegram, ada bimbingan kak ubay. Kami mencoba menelepon admin dan bertanya beaya dgn tinggal waktu 2 bulan saja. Sy ketinggalan info dg teman SD SA yg lama bergabung. 

Disinilah sy mengenal kak ubay yg luar biasa memberi sy kesempatan gabung di grup SD SA. Diberi keleluasaan mengeksplor mempelajari apa yg ada di grup. Selain itu, dibimbing baik materi maupun rohani untuk lbh siap ber SKB. 

Mengenal banyak kawan SD SA merupakan hal yg saya sukai. Begitu baik, hangat, dan semangatnya menyala nyala. Saling berbgi saling menguatkan dn salinng mendoakan.

Oh ya, izinkan sy jujur. Sy diberi kesempatan kak ubay masuk tnp membayar di waktu kurang 2 bulan SKB. 

Ya itu semua pertolongan allah lewat kak ubay setelh sy menceritakan keadaan sy tanpa sy kurangi sedikitpun.

Oh ya, sy sering belajar jauh dr rumah krn mengandalkan wifi untuk membeli paketan sja kami tak mampu dan merasa ada yg lbh penting. Selain itu, hp yg saya pakai sampai sekrang adalah pinjaman adik krn di situasi covid hp hrus ada dan memadai.

Berjalan waktu semua energi positif SD SA mmbawa perubahan pada sy. Sehingga lulus dg nilai SKB tinggi selisih rival no 2 dg selisih 110 point dan dengan yg no 3 selisih 130 point. Ajaib bukan? Itulah energi positif bimbingan kak ubay yg sy rasakan

Alhamdulillah akhirnya perjalanan cerita cpns selesai pada tanggal 29 Desember 2019 dg SK yg kami terima dg perjuangan yg seperti diatas.

Yakinlah dg pepatah MAN JADDA WAJADDA serta PROSES TAK KAN MENGKHIANATI HASIL

terimakasih kak ubay dan semua kawan SD SA yg satu hati saling menguatkan saling berdoa hingga sukses bersma semua

===============================

©Copyright 

Tulisan ini merupakan Hak Cipta www.ubaybimbel.com

diperkenankan untuk membagikan, dengan syarat : 

  1. Tidak mengubah sedikitpun, 
  2. Mencantumkan link/sumber kami
  3. Harus ada ijin tertulis, jika ingin dimuat di media komersil

===============================

Untuk Informasi atau Registrasi Ubay Bimbel <klik di sini>

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
To Top