KISAH PERJALANANKU MENJADI CPNS

0




KISAH PERJALANANKU MENJADI CPNS



Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Perkenalkan nama saya Yunita Saputri,S.Pd.I.

Bertugas sebagai Ahli pertama Guru Pendidikan Agama Islam di SDN.110/II Teluk kecimbung, Alhamdulilah saya disini ingin berbagi pengalaman dengan Sahabat Pejuang CPNS yang saat ini tengah berjuang untuk mendapatkan NIP. Ini lah cerita saya, simak ya ... siapa tahu bisa menginspirasi teman-teman semua.

Bernama Lengkap Yunita Saputri,S.Pd.I, Lahir di Rimbo Bujang (Jambi), 25 Juni 1990. Anak ke tiga dari empat bersaudara, dari pasangan bapak Suwoyo dan Ibu Sukini , pasangan Petani yang hidup di daerah Transmigrasi. Saya berasal dari sebuah keluarga yang bisa dikatakan sangat sederhana, kehidupan kami cukup untuk makan sehari-hari. Jauh dari kata mewah, ya begitulah. Kondisi Rumah dulu yang masih papan, dan penghasilan pas-pasan dari kedua orang tua saya tak pernah menyurutkan bagi saya untuk terus belajar untuk meraih kesuksesan. Ya... walupun sejak kecil saya tak pernah punya cita-cita yang pasti, bahakan menjadi seorang CPNS.

Sejak dahulu bapak dan ibu saya selalu berpesan untuk belajar dengan tekun, namun demikian sedari SD saya tidak pernah mendapatkan Juara kelas. Barulah setelah MTS dan SMA saya mulai menemukan rasa percaya diri sedikit demi sedikit sehingga tak jarang saya mendapatkan juara kelas, bahkan sering mendapatkan Biaya siswa dan tidak membayar SPP dan iuran sekolah.

Kisah menyedihkan dalam hidup saya berawal dari sejak saya Lulus SMA, sebagai anak seorang petani yang tak memiliki banyak biaya untuk melajutkan anaknya ke jenjang pendidikan selanjutnya, seperti hal nya kakak-kakak saya yang pertama dan kedua mereka hanya lulus SMP. Pernah mencoba mengikuti tes kebidanan dan Lulus sebagai calon mahasiswa kebidanan namun kami benar-benar tak punya biaya, saya mencoba mengikhlaskan jalan hidup saya. Saya pun harus mengikuti jejak bapak dan ibu saya untuk tidak bisa Kuliah, hari demi hari saya lalui membantu ayah dan ibu saya di kebun karet, ya ini salah satu kisah dalam hidup saya yang tidak pernah akan saya lupakan. Disaat teman-teman saya sibuk dengan hari-hari mereka menghabiskan waktu untuk belajar dan menimba ilmu di kampus dan bertemu dengan teman-teman baru. Itu semua hanya menjadi sebuah angan-angan belaka bagi saya.

Bahkan pernah suatu hari saat saya sedang beraktifitas di kebun karet, ada salah seorang teman saya yang menelepon saya untuk menanyakan kabar, dia pun bercerita tentang pengalamannya selama berkuliah dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Usai mendengar cerita teman saya, saya terduduk dibawah pohon karet dan menangis sejadi-jadinya, dengan berpakaian kotor, cucuran keringat masih mebasahi badan,didalam semak dikebun karet saat itu lah saya tumpahkan kesedihan dan kekecewaan saya atas nasib yang saya alami. tidak harus berbuat apa, Saya berkata dalam hati, saya harus kuliah dan saya harus sukses, saya tidak boleh terus menerus seperti ini. Saat itu juga saya memutuskan untuk bekerja mencari penghasilan sendiri agar saya bisa kuliah, ya walupun saya merasa berat untuk tidak bisa membantu orang tua lagi, namun saya tidak mau terus seperti ini. Akhirnya saya memutuskan untuk bekerja di konter tempat jual beli Hand phone, dari sinilah saya bisa menabung mengumpulkan uang untuk mendaftar kuliah pada semester berikutnya.

Selama menjalani masa kuliah dan sambil bekerja, Allah mempertemukan saya dengan Seorang laki-laki yang baik, cerdas dan rendah hati serta mau menerima kekurangan saya, bernama Khusni Abdillah,S.Tp. yang akhirnya kini menjadi imam bagi saya dan anak-anak saya. Kami menikah 28 Nov 2010 saat saya masih menjalani kuliah semester 3. Suami yang selalu support saya, untuk terus melanjutkan kuliah saya. Bahkan saat saya hamil dan punya anak yang pertama. Suami saya dengan sabar menemani perjalanan kuliah saya hingga selesai S.1. tak berhenti disitu, suami saya selalu mendorong saya untuk ikut tes CPNS, mulai dari ikut tes CPNS dengan Ijazah SMA sebanyak 3 kali, 2 kali di kemenkumham dan 1 kali di Kejaksaan Agung, 3 kali juga saya mengikuti seleksai CPNS dengan Ijazah S.1. namun belum rezeki, suami juga yang mengantar saya untuk mencari pekerjaan usai lulus kuliah. Akhirnya saya pun diterima sebagai Guru Honor di SDN.190/VIII Perintis. Suka duka menjadi seorang Honorer dengan gaji kecil dan baru terima gaji 3-4 bulan sekali. Hanya bisa mendengar saat teman-teman Guru PNS terima gaji dan terima sertifikasi. Tapi saya tetap bersyukur, suami saya selalu suport apapun yang saya rasakan. Menjadi Honorer selama 6 tahun 8 bulan banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, mulai dari bertemu rekan sesama guru yang kompak dan baik, serta belajar tentang administrasi dan kedislipinan.

Tahun 2018 menjadi tahun kesedihan berikutnya buat saya dan keluarga, suami saya mendapatkan tugas untuk bekerja diluar kota. Di kota palembang tepatnya. Sementara saya dan anak- anak harus tinggal di kecamatan Rimbo bujang bersama 2 anak saya yang selalu menemani perjuangan saya sebagai guru Honorer, tiada keluh kesah, hari-hari kami jalani hanya bertiga dengan segudang aktifitas menjadi ibu sekaligus kepala keluarga sementara untuk anak-anak saya, kebayang lah ya buat teman-teman semua kalo jauh dari suami itu bagaimana, lampu rumah rusak, masang Gas, manjat atap memperbaiki rumah yang rusak, memperbaiki sanyo air listrik sendiri dan berbagai deretan tugas sebagai seorang guru harus saya jalani dengan penuh semangat. Berbekal semangat dari suami yang juga selalu support saya untuk terus berkarir sebagai guru Honorer dengan berharap suatu saat bisa diangkat menjadi ASN oleh pemerintah suatu saat nanti. Semangat itulah yang saya selalu menguatkan diri saya dan suami untuk kuat dalam berbagai rintangan kehidupan menjalani rumah tangga secara LDR/jarak jauh, tak jarang suami selalu supprort untuk selalu ikut bimbel CPNS.

Banyak pengalaman yang saya dapatkan dari menjadi peserta CPNS mulai dari menggunakan ijazah SMA sampai dengan ijazah S.1, ibarat mencari berlian di dalam tanah selama ini saya sudah berada pada posisi yang meyakinkan bahwa saya punya kemampuan dan saya yakin pasti lulus, karena selama ini selalu mengikuti tahap demi tahab, sampai ke SKB. Namun Allah berkehendak lain, meski saya punya banyak kemampuan dan pengalaman, Saya selalu gagal mengikuti seleksi CPNS begitu tiba di saat pengumuman kelulusan.

Akhirnya tahun 2019 Pemda Bungo membuka seleksi CPNS, berbekal semangat semangat saya pun mendaftar untuk yang ke 7 kalinya, dengan izin Allah, Allah memudahkan jalan saya mengikuti tahap demi tahap tes CPNS. Mulai dari Tes SKD sampai Tes SKB Allah pertemukan saya dengan Bimbel SKB melalui Tutor SKD saya, akhirnya saya pun bertemu dan belajar Via Online dengan BIMBEL dibawah bimbingan Ustadz Ubay, selain orangnya sabar, cerdas dan selalu memberi semangat kepada kami untuk terus belajar. Dan paling utama dari semua rangkaian tes CPNS yang selama ini tidak saya lakukan adalah ustadz Ubay membimbing kami semua untuk Melibatkan Allah dalam Usaha kami. Siang malam kami belajar dan tak henti-hentinya kami saling mendoakan dalam kebaikan, agar kami lulus mencapai cita-cita kami, dan beliau juga selalu mengingatkan kami untuk Sedekah, untuk menjemput rezeki dengan cara sedekah adalah cara yang paling ampuh dan bila diniatkan ikhlas lillahi ta’ala.

Belum selesai sampai disini, semua rangkaian usaha yang saya lakukan saya anggap sudah saya lakukan, tiba saat ujian SKB ternyata nilai saya masih belum bisa diatas rival saya, saya pun merasa saya tidak akan Lulus dalam tes CPNS kali ini. meski demikian saya tetap bersyukur Allah sudah mempertemukan saya dengan teman-teman hebat saya di Grup SDSA yang biasa kami sebut Sahabat Satu Doa Satu Asa dari sinilah kami belajar dan berdoa bersama. Tes SKB sudah berlalu saya tidak pernah berhenti mengamalkan apa yang sudah ustadz sampaikan tentang Istiqomah, dalam beribadah, sholat 5 waktu, Tahajjud, Dhuha, Sedekah dan dengan izin Allah pula saat pengumuman kelulusan CPNS, ternyata Saya Lulus CPNS dengan kriteria L2, atau Lulus dan ditempatkan untuk menempati Formasi Kosong yang ada. Alhamdulillah saya selalu bersyukur kepada Allah SWT dan terimaksih sebanyak-banyak nya saya ucapkan kepada keluarga dan teman-teman semua yang sudah mensupport dan membantu perjuangan saya, akhirnya 1 Desember 2020 lalu saya resmi mendapat SK dari Bupati Bungo dan Bertugas sebagai Ahli Pertama Guru Pendidikan Agama Islam dan ditempatkan di SDN. 110/II Teluk Kecimbung kab. Bungo.

Inilah sekelumit kisah perjuangan saya, yang bisa saya bagikan kepada rekan-rekan sekalian, yang saat ini tengah berjuang untuk mendapatkan NIP. Semoga Allah senantiasa memberkahi teman-teman semua. Semangat dan selalu Libatkan Allah dalam perjuangan kalian. InsyaAllah sukses menanti untuk kalian mohon doa selalu semoga Allah memberkahi saya dengan jalan rezeki yang halalan toyyibah dan menjadi abdi Negara yang amanah. Amin yaa Robbal Alamin... Syukron Kasiront



Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
To Top